Jumat, 11 November 2011

Tugas 8 Softskill SIA

Sebutkan dan jelaskan elemen struktur pengendalian intern?

Ada lima komponen pengendalian intern yang meliputi : Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Penilaian Resiko (Risk Assesment), Prosedur Pengendalian (Control Procedure), Pemantauan (Monitoring), serta Informasi dan Komunikasi (Information and Communication).

1.    Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen dan karyawan terhadap pentingnya pengendalian yang ada di organisasi tersebut. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap lingkungan pengendalian adalah filosofi manajemen (manajemen tunggal dalam persekutuan atau manajemen bersama dalam perseroan) dan gaya operasi manajemen (manajemen yang progresif atau yang konservatif), struktur organisasi (terpusat atau ter desentralisasi) serta praktik kepersonaliaan. Lingkungan pengendalian ini amat penting karena menjadi dasar keefektifan unsur-unsur pengendalian intern yang lain.

2.    Penilaian Resiko (Risk Assesment)

Semua organisasi memiliki risiko, dalam kondisi apapun yang namanya risiko pasti ada dalam suatu aktivitas, baik aktivitas yang berkaitan dengan bisnis (profit dan non profit) maupun non bisnis. Suatu risiko yang telah di identifikasi dapat di analisis dan evaluasi sehingga dapat di perkirakan intensitas dan tindakan yang dapat meminimalkannya.

3.    Prosedur Pengendalian (Control Procedure)

Prosedur pengendalian ditetapkan untuk menstandarisasi proses kerja sehingga menjamin tercapainya tujuan perusahaan dan mencegah atau mendeteksi terjadinya ketidakberesan dan kesalahan. Prosedur pengendalian meliputi hal-hal sebagai berikut:
·         Personil yang kompeten, mutasi tugas dan cuti wajib.
·         Pelimpahan tanggung jawab.
·         Pemisahan tanggung jawab untuk kegiatan terkait.
·         Pemisahan fungsi akuntansi, penyimpanan aset dan operasional.

4.    Pemantauan (Monitoring)

Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern akan menemukan kekurangan serta meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian intern dapat di monitor dengan baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen. Usaha pemantauan yang terakhir dapat dilakukan dengan cara mengamati perilaku karyawan atau tanda-tanda peringatan yang diberikan oleh sistem akuntansi.
Penilaian secara khusus biasanya dilakukan secara berkala saat terjadi perubahan pokok dalam strategi manajemen senior, struktur korporasi atau kegiatan usaha. Pada perusahaan besar, auditor internal adalah pihak yang bertanggung jawab atas pemantauan sistem pengendalian intern. Auditor independen juga sering melakukan penilaian atas pengendalian intern sebagai bagian dari audit atas laporan keuangan.

5.    Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Informasi dan komunikasi merupakan elemen-elemen yang penting dari pengendalian intern perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian dan monitoring diperlukan oleh manajemen Winnebago pedoman operasional dan menjamin ketaatan dengan pelaporan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku pada perusahaan.
Informasi juga diperlukan dari pihak luar perusahaan. Manajemen dapat menggunakan informasi jenis ini untuk menilai standar eksternal. Hukum, peristiwa dan kondisi yang berpengaruh pada pengambilan keputusan dan pelaporan eksternal.

Sumber :
 http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_intern#Elemen-elemen_Pengendalian_Intern

Tugas 7 Softskill SIA


Jelaskan struktur pengendalian intern?

Struktur pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang di tetapkan untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tujuan satuan usaha yang spesifik akan dapat di capai.
Struktur Pengendalian intern satuan usaha terdiri dari tiga unsur:
a.    Lingkungan pengendalian
b.    Sistem akuntansi
c.    Prosedur pengendalian 

Sumber :
 untoro.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13049/BAB+9+SPI.ppt

Tugas 6 Softskill SIA

Jelaskan eksposur, beri contoh eksposur?

            Eksposur adalah obyek yang rentan terhadap risiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila risiko yang diprediksikan benar-benar terjadi. Eksposur yang paling umum berkaitan dengan ukuran keuangan.
Contohnya harga saham, laba, pertumbuhan penjualan, dan sebagainya.

Sumber :

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tugas 5 Softskill SIA


Prinsip Sanwidch
 Hukum Sandwich berbunyi :  
Setiap simbol proses harus berada diantara simbol masukan dan keluaran.
Terdapat pula beberapa alasan yang mendorong kebutuhan melakukan prinsip “sandwich branding”, yaitu:
1. Pengembangan pasar
Perusahaan yang sudah mulai atau sudah besar tidak bisa hanya menyandarkan ‘nasib’ pada kelompok konsumen tertentu yang terbatas. Perusahaan perlu mengembangkan jangkauan pasar ke beberapa segmen pasar berbeda.
2. Rasionalitas konsumen
Konsumen semakin rasional dan punya kecenderungan untuk mencari pilihan baru. Konsumen tidak lagi segan untuk ganti merek atau menggunakan beberapa merek. Perusahaan perlu menyediakan pilihan produk dan merek berbeda untuk memuaskan keinginan konsumen menggunakan merek yang berbeda-beda.
3. Manajemen resiko
Bisa jadi merek tertentu yang dikelola dengan penuh perhatian tanpa disengaja mengalami ‘kecelakaan’ dan jatuh tersungkur hanya karena isyu negatif. Demikian juga merek yang sudah lama ada di pasar mengalami fase kemunduran yang tidak bisa begitu cepat disegarkan. Perusahaan perlu memanajemeni risiko dengan mengembangkan beberapa merek dan mengelola portofolio merek dalam rangka memanajemi resiko.
4. Egoisme konsumen
Konsumen ingin punya jati diri sendiri dan mendapat eksklusifitas dari produk yang digunakannya. Pengembangan merek secara berlapis dengan prinsip sandwich branding bisa menjadi sarana pemenuhan egoisme konsumen.
5. Variasi jalur distribusi
Merek berbeda seringkali juga diperlukan untuk melayani jalur distribusi berbeda. Persaingan antara perusahaan peritel besar sudah sampai pada tahapan yang membuat bargaining positioning perusahaan pemasok dalam kondisi semakin terdesak dan harus bisa mengikuti ‘irama’ bisnis peritel dan distributor besar, termasuk dalam bentuk penyediaan merek berbeda untuk jalur distribusi berbeda.
Penerapan prinsip sandwich branding memang merupakan kebutuhan masa kini. Dan untuk mengoptimalkan manfaat yang didapat, diperlukan strategi merek khususnya perumusan soul of the brand yang tepat.
Sumber :              http://tikotea.wordpress.com/2008/09/22/sandwich-branding/

Tugas 4 Softskill SIA





Gambar dan jelaskan simbol-simbol dalam teknik sistem
a. Simbol Dasar
b. Simbol Tambahan
Jawab :
a. Simbol Dasar
Ada 4 kelompok simbol dasar
1. Msk / Keluaran 3. Garis Lurus
2. Proses 4. Catatan / Komentar

1. Masuk / Keluaran
Simbol ini menggambarkan fungsi I / O (input/output) & menunjukkan dimana informasi dicatat, atau pola pengeluaran informasi, atau keduanya jika tidak ada simbol khusus, digunakan simbol I / O dasar.
Simbol I / O khusus:
a. Kartu berlubang ( Pounched Card / File Card )
Menggambarkan fungsi I / O dimana medianya adalah kartu berlubang termasuk kartu dibei tanda, kartu cabut, file kartu, dll.
b. Penyimpanan On-line
Menggambarkan fungsi I / O yang digunakan untuk setiap jenis penyimpanan on-line seperti disk magetik / disk optis
c. Disk Optis
d. Pita Magnetik ( Magnetik Disk )
e. Pita Berlubang ( Pounched Tape )
f. Dokumen
g. Hubungan komunikasi menggambarkan fungsi dimana informasi ditransformasi/diubah dengan hubungan telekomunikasi
h. Masukan Manual ( Display )
Menggambarkan fungsi msk-an dimana informasi dimasukkan secara manual pada saat pemrosesan dengan keyboard online, layar sentuh.
i. Tampilan ( Manual Input )
Menggambarkan fungsi I / O dimana informasi ditampilkan pada saat pemrosesan denga peralatan video, printer, ploter dll.
j. Penyimpanan Off Line
Menggambarkan fungsi penyimpanan info off-line dengan mengabaikan media dimana informasi dicatat.
A = Alfabetik N = Nomor D = dengan tanggal / date
j. Communication link
Menunjuk fungsi transmisi informasi dengan hubungan telekomunikasi,
No. c – f merupakan gambar fungsi I/O yang memanfaatkan media tertentu.

2. Simbol proses khusus
Menggambarkan fungsi pemrosesan & mengidentifikasi jenis operasi khusus yang harus dilaksanakan terhadap informasi.
Jika tidak ada simbol khusus digunakan simbol proses dasar.
a. Keputusan
Menggambarkan keputusan / pengubahan jenis operasi yang menentukan sejumlah altermnatif jalur mana yang harus diikuti.
b. Proses ditentukan sebelumnya
Menggambarkan prosedur bernama yang terdiri dari satu atau lebih operasi atau langkah program yang tidak dispesifikasi dalam bagan arus.

c. Persiapan
Menggambarkan modifikasi instruksi atau kelompok instruksi yang mengubah program itu sendiri. Contoh : modifikasi register indeks, memulai suatu kegiatan.
d. Operasi Manual
Menggambarkan setiap proses off-line yang sesuai dengan kecepatan manusia tanpa bantuan mesin.
e. Pendukung Operasi
Operasi off-line yang dilaksanakan dengan peralatan yang tidak dibawah pengendalian langsung CPU.
f. Penggabung
g. Pengambilan
h. Penyortiran
i. Perbandingan
No f – i menggambarkan jenis tertentu dari fungsi pemrosesan.

3. Penggunaan Simbol Penghubung
Jika garis arah aliran terputus karena keterbatasan halaman simbol penghubung harus digunakan

Menunjukkan aliran arah yang normal / sebaliknya, arus pemasok digunakanuntuk manual & modifikasi (pemutakiran) dalam operasi aliran 2 arah dapat ditunjukkan dengan 2 atau 1 garis. Simbol notasi (komentar) untuk menunjukkan yang terjadi dalam operasi manual & tdk layak semua teks deskripsi lengkap dalam symbol operasi manual.
b.Simbol Tambahan

1. Pita Transmital
Menggambarkan penyiapan total kontrol batch secara manual.
2. Penghubung
Menggambarkan keluar atau msk dari bagian lain dalam bagan arus.
3. Terminal
Menggambarkan titik terminal dalam bagan arus.
Contoh : mulai, selesai, berhenti, interupsi.
4. Penghubung Ganti Halaman
Menggambarkan masuk / keluaran dari satu halaman ke halaman lain.
5. Mode Paralel
Menggambarkan awal atau akhir dari dua atau lebih operasi.

Sumber :
http://wimamadiun.com/materi/intan/MATERI%202.doc